Cara Mempercepat Keberangkatan Ibadah Haji

Menunaikan ibadah haji adalah dambaan tiap-tiap muslim. Namun, daftar tunggu keberangkatan haji di Indonesia yang dapat menggapai belasan tahun tak jarang jadi rintangan utama bagi umat Islam. Lamanya jadwal keberangkatan haji tersebut paling banyak dirasakan oleh calon jemaah haji lanjut usia, khususnya ulang jika mengingat kebolehan fisik para lansia yang tak ulang bugar. Atas basic itulah, Kementerian Agama menambahkan kemudahan bagi para calon jemaah haji lansia untuk mempercepat keberangkatan haji. Para lansia yang mendaftar haji dapat meraih prioritas pemberangkatan. Kini, para calon jemaah haji yang berusia sedikitnya 75 tahun hanya wajib tunggu selama dua tahun supaya dapat berangkat ke Tanah Suci. badal haji

Lalu, bagaimana cara mempercepat keberangkatan haji, dan juga saja yang wajib dipersiapkan untuk mengurus proses percepatan keberangkatan haji bagi lansia?

Memenuhi Syarat Kelayakan Berangkat Haji
Agar dapat menunaikan ibadah haji, baik calon jemaah haji lansia maupun yang tetap muda, wajib mencukupi syarat istitaah atau syarat kelayakan untuk menunaikan ibadah haji sebagai berikut travel haji umrah :

Syarat Kesehatan Jasmani
Tidak mempunyai kesusahan atau rintangan fisik untuk menunaikan rukun haji.
Tidak lumpuh.
Tidak mempunyai penyakit serius.
Syarat Kesehatan Rohani
Memahami tata cara dan juga rukun haji yang dibuktikan melalui pelaksanaan manasik haji.
Berakal sehat, berarti tidak mempunyai problem mental yang dapat mengganggu jalannya kesibukan ibadah haji.
Siap secara mental untuk melakukan perjalanan jauh dan juga menekuni tiap-tiap rukun haji.
Syarat Ekonomi
Mampu membayar biaya perjalanan ibadah haji.
Mampu menambahkan biaya hidup kepada keluarga yang ditinggalkan.
Jika pendaftar mencukupi syarat istitaah, maka ia dapat mengajukan surat permohonan percepatan pemberangkatan haji. Surat tersebut bertujuan kepada Pimpinan Kantor Kementerian Agama Urusan Haji kota/kabupaten asal pendaftar untuk seterusnya diteruskan ke Kantor Kementerian Agama Provinsi dan Pusat. Data diri yang wajib disertakan di dalam surat permohonan tersebut meliputi: nama, alamat, area dan tanggal lahir, usia, no pendaftaran haji, tanggal pendaftaran haji, dan juga no kontak yang dapat dihubungi.
Membuat Surat Permohonan Percepatan Ibadah Haji
Adapun contoh surat permohonan percepatan ibadah haji bagi lansia dapat dicermati di bawah ini:

(Tempat dan tanggal)

Kepada,

Pimpinan Kantor Kementerian Agama Urusan Haji

(Kota/Kabupaten)

di

(Kota/Kabupaten)

Perihal: Permohonan Percepatan Keberangkatan Calon Haji Usia di Atas 75 Tahun

Assalamualaikum Wr. Wb.

Dengan hormat,

Sehubungan dengan usia aku yang sudah lanjut, maka dengan ini aku mengajukan permohonan percepatan keberangkatan ibadah haji. Dengan ini, aku mengajukan permohonan atas nama:

(Nama Calon Jemaah Haji) :

(Nama Ayah Kandung) :

(Alamat) :

(Tempat dan Tanggal Lahir) :

(Usia) :

(No. Pendaftaran) :

(Tanggal Pendaftaran) :

(No. Telepon/Ponsel) :

Demikian surat permohonan berasal dari saya, besar harapan aku supaya permohonan ini dapat dikabulkan.

Atas terkabulnya permohonan ini aku ucapkan banyak terima kasih.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Hormat saya,

Pemohon

Syarat Pendamping Bagi Calon Jemaah Haji Lansia
Selain diberikan prioritas keberangkatan, calon jemaah haji lansia pun dapat berangkat ke Tanah Suci dengan seorang pendamping. Untuk persoalan pendamping ini, Kementerian Agama pun memberlakukan syarat khusus. Syarat pertama, calon jemaah haji lansia diwajibkan menyebabkan surat permohonan pendamping yang bertujuan kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, selanjutnya melakukan verifikasi berkas, untuk seterusnya dibuatkan surat usulan Kanwil untuk dilanjutkan ke Dirjen Pelaksanaan Haji dan Umroh.
Syarat kedua, calon pendamping wajib mempunyai hubungan keluarga langsung, contohnya suami, istri, anak kandung, atau adik kandung. Syarat tersebut wajib dibuktikan dengan sertakan kartu keluarga, akta nikah, dan juga akta kelahiran. Sementara, syarat paling akhir yang wajib dipenuhi calon pendamping adalah mendaftar di provinsi yang serupa dengan jamaah lansia yang didampinginya.

Jadi, sementara mencukupi syarat istitaah dan mempunyai pendamping untuk melakukan ibadah haji di Tanah Suci, tidak ada ulang alasan bagi para lansia untuk tidak menunaikan rukun Islam kelima ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *